Pada tanggal 22 Agustus 2015 bertempat di Hotel Fave Jakarta, telah diselenggarakan kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Bidang Kepemanduan Wisata, kerjasama ASDEP Pengembangan SDM Kepariwisataan Kementerian Pariwisata  dan LSP Pramindo – BNSP. Kegiatan ini seperti yang dikatakan oleh ketua LSP Pramindo Dra. Sri Suryani, merupakan kegiatan yang pertama kali diselelenggarakan di Jakarta, dan dalam penyelenggaraannya mengandeng HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Jakarta. Sehingga seluruh peserta yang berjumlah 40 orang semuanya adalah anggota HPI Jakarta. 

Penyelenggaraan acara ini merupakan bentuk komitmen dari LSP Pramindo untuk turut serta berkontribusi terhadap pengembangan SDM pariwisata Indonesia. Sebagaimana tekad dari para pencetus berdirinya lembaga ini pada saat pertama kali didirikan. Lebih lanjut Bu Sri, demikian ketua LSP sering dipanggil,  mengatakan bahwa berdirinya LSP Pramindo merupakan hasil kerja keras para pengurus DPP HPI yang berkomitmen untuk memiliki sendiri Lembaga Sertifikasi yang khusus menangani bidang kepemanduan wisata.

Pada perkembangannya seiring dengan perkembangan dunia pariwisata Indonesia yang semakin berkembang dan maju, terlebih dalam menghadapi diberlakukannya  MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) LSP Pramindo ditantang atau tertantang untuk memperluas ruang lingkup bidang garapnya di luar kepemanduan wisata. Kini LSP Pramindo telah memiliki 6 (enam) ruang lingkup: Kepemanduan wisata, pengatur wisata (TL), kepemanduan gua, kepemanduan museum, kepemanduan ekowisata, outbond (fasilitator experiential learning). Bahkan saat ini sedang diproses untuk menambah 4 ruang lingkup  lagi: kepemanduan panjat tebing, kepemanduan arung jeram, tour operation (skema ASEAN-ACCSTP), dan travel agency (skema ASEAN -ACCSTP). mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat direalisir,  ujar  Sri Suryani. 

Ketua LSP Pramindo Dra. Sri Sutyani, ASDEP Pengembangan SDM epariwisataan Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, dan para Asesor.

Kompetensi Pekerja Pariwisata

Apa satu hal yang paling penting dan mendesak bagi para pelaku usaha dan profesional untuk mampu kompetitif di era ini? Jawabannya tiada lain adalah kompetensi. Oleh karena itu, untuk menjawab kebutuhan itu dimunculkanlah program uji kompetensi, bukan uji koneksi.

Merujuk pada pengertian kompetensi berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), kompetensi adalah kemampuan individu atau orang perorang untuk mengerjakan suatu tugas ataupun pekerjaan yang dilandasi oleh ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja, sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan. Standar kompetensi tidak berarti hanya kemampuan menyelesaikan tugas, tapi dilandasi juga oleh pengetahuan mengapa dan bagaimana tugas tersebut dilaksanakan. Standar kompetensi juga meliputi faktor-faktor pendukung, pengetahuan dan kemampuan melaksanakan tugas dalam kondisi normal, juga kemampuan mentranfer kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda.

Dengan menguasai standar kompetensi maka yang bersangkutan akan memahami. Pertama, bagaimana mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan. Kedua, bagaimana mengorganisasikan agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan. Ketiga, apa yang harus dilakukan jika terjadi sesuatu yang berbeda dengan apa yang telah direncanakan semula. Keempat, bagaimana menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk memecahkan masalah dan atau melaksanakan tugas dalam kondisi yang berbeda.

Merujuk pada pengertian standar kompetensi berdasar pada SKKNI diatas, maka seorang pekerja pariwisata—pertama-tama—haruslah memahami seluk keluk dunia pariwisata, utamanya memahami secara seksama apa yang menjadi bidang garapnya. Memahami bahwa dunia pariwisata adalah komunitas global, sehingga apa yang menjadi bidang garapnya merupakan bagian integral dari komunitas global tersebut. Oleh karena itu, seorang pekerja pariwisata harus berpikir global, meski bertindak lokal ( think globally, act locally).

Selanjutnya  seorang pekerja pariwisata harus terampil dan mumpuni dalam melakukan unjuk kerja sebagai seorang profesional. Keterampilan dan kemumpunian yang  meliputi berbagai aspek yang terkait dengan tugas dan pekerjaannya, secara konseptual maupun teknis.  

Source : https://www.kompasiana.com/bambangjes/55d9c6436e7a61fd0acee724/fasilitasi-sertifikasi-kompetensi-kerja-kepemanduan-wisata?page=all

×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?